Home » Akidah, Artikel, Umum

KESALAHAN-KESALAHAN MANUSIA DALAM SHALAT (Bag I)

6 January 2009 8 Comments

lkjhBERJALAN TERGESA-GESA KE MASJID MENGEJAR RUKU’

Diantara kesalahan- kesalahan yang paling nyata dan sering dilakukan orang yang melakukan Shalat adalah, berjalan tergesa2 menuju Masjid. Khususnya setelah terdengar bacaan imam dalam rakaat peratma dari pengeras suara. Mereka ini sebenarnya tergesa-gesa karena ingin mendapatkan rakaat peratma sebelum Imam mengangkat kepalanya bagkit dari ruku, sehingga ia tak ketinggalan satu rakaat pun.

Berjalan yang tergesa2 menuju masjid adalah dsalah satu perbuatan yang di larang Rasulullah SAW. Beliau SAW. Bersabda : Apabila shalat telah di mulai maka janganlah kamu mendatanginya dengan tergesa-gesa. Namun datangilah dengan berjalan, dan kamu harus tenang. Lalu apapun yang kalian dapatkan (bersama Imam), maka shalatlah dan apa yang kalian tertinggal, maka sempurnakanlah.” (HR. Al-Bukhari 636, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

MENGUCAPKAN NIAT

Mengucapkan niat dalam shalat adalah Bid’ah yang di ada-adakan, Karena tidak terdapat satu dalilpun dalam Al-Qur’an dan sunannah yang menganjurkan mengucapkannya.

Menurut Sayikh ali Mahfuzh; Diantara Bid’ah bid’ah dalam shalat adalah, melafadzkan niat dengan keras. Ibnu al-Haj dalam kitab Al-Madkhal mengatakan; Baik Imam ataupun makmum, tidak boleh mengeraskan bacaan niat. Mengingat tidak ada satupun riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW. Khulafaur rasyidin, atau para sahabat RA. melafadzkannya dengan keras. Jadi mengucapkan niat dengan keras termasuk Bid’ah. (Al-Ibda’fi madharri Al-Ibtida; hlm. 227)

“yang di sunahkan adalah membaca niat dalam hati, sebab Allah SWT. Mengetahui apa pun yang tersembunyi. Dialah Allah yang berfirman, “katakanlah, apakah kalian memberitahukan Allah tentang agamamu, sedangkan Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi.?”

IMAM YANG SELALU MEMBACA BASMALAH DENGAN KERAS

Membaca Basmalah dengan suara keras dalam melaksanakan shalat jahriyah (subuh, magrib, isya) bukanlah petunjuk dari Rasulullah SAW. Karena Rasul membacanya dengan suara pelan. Demikian yang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Anas RA. Bahwa Abu Bakar dan Umar mengawali shalatnya dengan membaca Alhamdulillahi rabbil alamin.

Menurut Al-Baghawi; Mayoritas ulama dari sahabat dan tabi’in mengatakan bahwa basmalah dibaca denga suara pelan (sir), tidak dikeraskan. Mereka yang berpendapat demikian adalah; Abu Bakar, Utsman, Ali dan lain-lain.. Demikian juga dengan; Ibrahim An-Nakha’I, Malik, Ats-Tsauri, Ibnu Al-Mubarak, Ahmad, Ishaq, dan lain-lain.

MEMFASIH-FASIHKAN BACAAN

Kesalahan yang lain adalah dalam membaca ayat Al-Qur’an dengan memfasih-fasihkannya dari makhraj (tempat keluarnya huruf)-nya. Ibnul Jauzi Rahimullah berkata. “Iblis mengganggu orang yang shalat dalam mengucapkan huruf dari makhrajnya. Terkadang mereka mengucapkan alhamdu berulang-ulang, agar terdengan kefasihan huruf ha yang dibacanya.

Sebenarnya dia berniat agar ayat yang dibacanya dapat tepat keluar dari makhrajnya, namun karena terlalu berlebihan bacaannya justru salah. Itu semua adalah gangguan Iblis (Ighasatul Lahfan hlmn. 167-168)

TERLALU PANJANG MENGUCAPKAN AMIN

Sebagian orang shalat memanjangkan huruf hamzah pada “amin” lebih dari dua harakat. Sehingga mereka memanjangkannya sampai lebih dari enam harakat. Dan ini adalah salah. Yang benar dan seharusnya, yaitu memanjangkannya tidak lebih dari dua harakat saja. Dan terkadang, ada juga jamaah yang keliru membaca mim dengan mentasjidkan huruf mim.

Kesalahan Lain Dalam mengucapkan Amin

Tidak membaca amin dengna suara keras, adalah salah, karena Rasulullah SAW. Bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah; “Apabila Rasulullah selesai membaca Al-Qur’an, maka beliau mengucapkan amin.” (hadist hasan, riwayat Ad-Daruquthni jilid I hal. 335)

Tidak Berbarengan Dengan Imam Ketika Mengucapkan Amin

Rasulullah Bersabda: “Jika Imam membaca amin, maka bacalah amin olehmu. Karena siapa yang mengikuti bacaan amin sang imam, Maka para malikat juga mengucapkan amin. Dan Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu” (HR. Al-Bukhari).

Menurut Ar-Rafi’I; Yang lebih utama adalah apabila ucapan amin ini diucapkan bersamaan antara makmum dan imam, tidak sebelum dan juga tidak sesudahnya. Dan dalam mengucapkan amin, tidak boleh menambahkan do’a atau kata-kata lainnya (Tharh Ay-Tatsrib, jilid 2 halm. 268)

TIDAK MERAPAT DAN MELURUSKAN BARISAN.

Rapat dan lurusnya barisan merupakan salah satu syarat sempurnanya shalat (berjamaah). Karena barisan (shaf) yang tidak tertib akan menyebabkan permusuhan dan kedengkian serta selisih pendapat di hati kaum Muslim. Berdasarkan hadist yang di riwyatkan oleh Ibnu Mas’ud RA. Ia berkata : Rasulullah SAW. Meluruskan bahu-bahu kami ketika shalat, dan Rasulullah SAW. bersabda : “Luruskanlah shaf mu jangan berantakan, karena jika kalian tidak kompak dalam barisan, niscaya hati kalian akan saling berselisih, kemudian hendaklah di antara kalian mengiringiku (dalam barisan shaf) orang yang bijaksana dan cerdas, kemudian barulah yang setelahnya dan begitu seterusnya.”

Dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari diriwayatkan dari Anas, ia berkata: “Salah seoarang dari kami menempelkan bahunya ke bahu temannya serta kakinya ke kaki temannya.” (Diriwaytkan oleh Al-Bukhari ). Wahai saudaraku, setelah engkau mengetahui pentingnya meluruskan shaf dalam shalat, maka waspadalah jangan sampai engkau menyepelekannya dan tidak mengindahkannya.

TIDAK MERATAKAN PUNGGUNG KETIKA RUKU’

Mushalli harus meratakan punggung ketika ruku’, karena Rasulullah SAW. Ketika ruku’ meluruskan dan meratkan pungggungnya.(Hadist shahih diriwayatkan oleh Al-Bukhari). Sampai jika dituangkan air, maka akan menggenang dan tenang (karena saking ratanya). (Shahih diriwaytkan oleh Aht-thabarani, Abdullah bin Ahmad dan Ibnu Majah.)

Dari Rasulullah SAW. Bersabda : “Apabila kamu ruku’, maka letakkan kedua telapak tanganmu di atas kedua lututmu, dan luruskan punggungmu da sempurnakan ruku’mu.” (Shahih riwayat Ahmad dan Abu Daud)

SUJUD YANG DIAWALI DENGAN DUA LUTUT

Diantara sebagian jamaah ada yang melakukan sujud dengan lutut terlebih dahulu menempel ke tanah, sebelum meletekkan kedua telapak tangannya, dan yang lebih tepat adalah menurunkan kedua telapak tangannya terlebih dahulu, baru di susul dengan kedua lutut. Hal ini berdaraskan hadist Rasulullah SAW. Yang di riwayatkan oleh Al-Bukhari bahwa Rasulullah bersabda : “Apabila kamu sujud, maka jangan kamu meletakkan lutut terlebih dulu seperti anak unta, namun letakkan kedua telapak tangan sebelum kedua lutut.” (shahih diriwayatkan oleh Ahmad jilid II. 381, Abu Daud 840, Al-Bukhari)

8 Comments »

  • webs.web.id said:

    ada banner gratis dan submit link mendukung palestina di blog ku neh

  • Sang Penyamun 59384 said:

    WADUH… BERAT2 NIH POSTINGANYA…. TP SANGAT BERMANFAAT LHO.. THANKS..

  • putra said:

    OM, KALAU aku kan gini mo,,
    eee,anu om,, gimana ya,, eeeeeeee,
    ya udah gi ceritanya,,
    aku kan baru tau kalao wudu itu harus pake’ niat,,
    nahhhhh,, ini masalahnya,,,
    aku gak pake niat,,
    tapi aku kan blum tau,,
    trus gimana donk SHALATku ni,,,
    mohon petunjuknya ya om,,,
    maksih,,,

  • Hamba yang fakir said:

    Mengenai Basmallah. Basmallah (bismirobbika) Adalah pelajaran pertama yg diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah Muhammad SAW di gua Hira. Dalam Surat Ar Rahman 31X ditanyakan “nikmat Tuhanmu yang manakah yang telah engkau dustakan” pada ayat terahkir (Ar Rahman:78) diterangkan Allah Nikmat-Nya yang telah didustakan / di nafikan kebanyakan manusia. Yaitu “Maha berkah Nama Tuhanmu yang Maha Agung”. Mengenai Bismillah ini marilah kita berusaha memahaminya dan mengamalkannya dengan benar agar tidak sekedar menjadi ucapan di bibir belaka. Semoga kita tidak terkena ancaman Allah: “celakalah orang-orang yang sholat, yang lalai sholatnya”.

  • Heri said:

    Menurut Sayikh ali Mahfuzh; Diantara Bid’ah bid’ah dalam shalat adalah, melafadzkan niat dengan keras. Ibnu al-Haj dalam kitab Al-Madkhal mengatakan; Baik Imam ataupun makmum, tidak boleh mengeraskan bacaan niat. Mengingat tidak ada satupun riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW. Khulafaur rasyidin, atau para sahabat RA. melafadzkannya dengan keras. Jadi mengucapkan niat dengan keras termasuk Bid’ah. (Al-Ibda’fi madharri Al-Ibtida; hlm. 227)

    Tolong sebutkan hadits rasulullah yang menlarang keras mengucapkan niat dalam sholat……..

    karna kuatnya keyakinan seseorang dalam niat sholat dapat bertambah dengan hati yang bergetar dan lidah yang bergerak (kecuali anda cacat/bisu).

  • inu said:

    makacih

  • knight700 said:

    “Mengucapkan niat dalam shalat adalah Bid’ah yang di ada-adakan, Karena tidak terdapat satu dalilpun dalam Al-Qur’an dan sunannah yang menganjurkan mengucapkannya”

    Anda liat dimana ada orang shalat mengucapkan niat? ingat! Shalat adalah perbuatan yang diawali dengan takbiratulihram dan diakhiri dengan salam. kirim jawaban anda ke mail saya! syukran.

  • mochamad said:

    thanks bget artikelnya sangt bermanfaat……………..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Anda bisa menggunakan tag HTML berikut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Belum punya gravatar ? silahkan register di Gravatar.