Home » Artikel, Cahaya Hati, Kisah

DUNIA YANG BERLUMUR GINCU

6 January 2009 14 Comments

Sejarah awal kemanusiaan kita lahir dan tumbuh dalam keaslian fitrah dan nurani yang luhur. Setidaknya setiap bayi yang akan lahir sudah diikat dengan persaksian akan keesaan Allah. Hidup ini harus  dibangun di atas keyakinan yang orisinil. Didasarkan pada pijakan-pijakan yang asli. Semacam sandaran yang sangat kuat atas segala tindakan-tindakan dan langkah kita sehari-hari. Sandaran itu berpulang pada kepada riwayat asal mula kita ada. Bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, menyembah dan mentaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab hidup ini begitu penuh tanggung jawab. Tapi budaya dan interaksi di antara sesama manusia, melahirkan eksperimen-eksperimen baru dalm soal keindahan, juga pemaknaan yang sering dipaksakan, atau imajenasi-imajenasi keindahan yang liaar dan ilusif. Semua itu, secara masif ataupun personal, cepat atau lamabat, mengantrakan manusia menuju fase hidup yang menyukai kepalsuan.

Lalu setelah itu industri dan jjiwa kriminalitas meledakkannya menjadi revolusi mitos, revolusi citra, dan segala apresiasi kapitalis berbasis keindahan. Sebab di belakangnya ad industri uang, ada sindikasi untuk apa dan siapa saja, ada tempat banyak orang menemukannya ke’aku’annya dalam puji-puji sebagai bintang.

Sebagaimana ia sepenuh hati menjiwai, betapa kepalsuan tidak semata soal permak wajah, tapi juga perangai, tindak-tanduk, tutur kata, cara pandang terhadap orang lain, dan juga hobi. Hari ini kita menyaksikan dunia yang berlumur gincu. Menyatu dalam perangai-perangai yang  palsu. Nyaris tak ada keaslian yang bercahaya. Kita dengan mudah dapat menyaksikan semua itu dalam perangai-perangai banyak orang terkenal. Seperti para politisi kita yang menaburi kata hatinya dengan segudang deal palsu. Atau para artis yang berubah menjadi belatung dari negri antah berantah, atau para mahasiswa  generalis yang merasa pakar semua ranting-ranting ilmu, padahal pekerjaannya hanya pacaran dan main game. Betapa hidup ini dikepung kepalsuan. Apalagi bila kepalsuan itu ternyata juga ada pada jiwa kita.

Dibutuhkan cara pandang keimanan yang mampu menembus batas-batas materi. Kita di sini melihat keindahan dunia, tapi mata hati kita harus melihat jauh ke sana, keaslian kampung akhirat sana. Ini memang tidak mudah, tapi kita bisa belajar dari yang kecil, dari cara kita memaknai keindahan rambut, misalnya. Dalam soal sepatu misalnya. Orang-orang yang benar-benar beriman, lelaki atau perempuan, mengerti betul fungsi keindahan. Tapi ia tidak menjadikan seluruh hidupnya untuk bersolek. Ia tidak menghabiskan seluruh hidupnya untuk melicinkan rambut. Ia tidak akan menghabiskan hartanya untuk berfoya-foya, membeli keindahan dunia. Ia mengerti batas keindahan dan kepalsuan. Ia mengerti mana batas kepatutan dan ketawadhuan. Yang asli biasanya selalu lebih mahal dari yang palsu. Kecuali soal harga diri, perangai, citra, dan penilaiaan, yang palsu selalu lebih mahal dari yang asli.

14 Comments »

  • syahru said:

    … mas coba lihat dari sudut pandang orang lain, sepertinya mas mempunyai sesuatu yang di pendam. life is beautiful “jurus anti stresss” ada di sebelah….:d

    syahru’s last blog post..MENYELAMI DUNIA BATIN ANDA SENDIRI

  • sawali tuhusetya said:

    terima kasih banget pencerahannya, mas. saya sepakat banget, tak ada sebuah keindahan yang sempurna kecuali keindahan yang didasarkan pada fitrah manusia. seindah2nya gincu dunia, pasti akan lebih indah hiasan gincu utk kepentingan ukhrowi.

    sawali tuhusetya’s last blog post..Pesona dari Puncak Gunung Kelir

  • sawali tuhusetya said:

    terima kasih banget pencerahannya, mas. saya sepakat banget, tak ada sebuah keindahan yang sempurna kecuali keindahan yang didasarkan pada fitrah manusia. seindah2nya gincu dunia, pasti akan lebih indah hiasan gincu utk kepentingan ukhrowi.

  • sawali tuhusetya said:

    terima kasih banget pencerahannya, mas. saya sepakat banget, tak ada sebuah keindahan yang sempurna kecuali keindahan yang didasarkan pada fitrah manusia. seindah2nya gincu dunia, pasti akan lebih indah hiasan gincu utk kepentingan ukhrowi. wew… kok ndak bisa masuk komeku, yak?

    sawali tuhusetya’s last blog post..Pesona dari Puncak Gunung Kelir

  • Ullyanov said:

    Semua itu bermula dari sebuah sistem yang mengubah nilai guna (sebuah barang) menjadi nilai tukar. Nilai tukar itu adalah uang. Semua harus bernilai uang. Soal barang itu bernilai guna, perkara nomor dua, yang penting bernilai uang. Kemudian, nilai tukar itu berkembang menjadi sekian kepalsuan-kepalsuan. Manusia berlomba-lomba menggapai nilai tukar demi menambah uang.

  • norjik said:

    Israel memang negara yg harus di musnahkan mas catatan. **nyambung gk ya ?**

  • dobleh yang malang said:

    hebat sekali kamu sahabt postinganmu ini
    blue suka banget!
    salam hangat sekali:x

    dobleh yang malang’s last blog post..Jika nanti ku sanding dirimu…………

  • namakuananda said:

    tidak bisa berucap, itulah yang aku rasakan saat ini
    hanya hati yang bisa memandang semua itu.
    sip tenan, manteb
    :x

    namakuananda’s last blog post..Tiga Cangkir Kopi

  • doelsoehono said:

    Salam …

    numpang koment Bank…

    saya paling benci pada orang -orang yang munafik

    saya benci pada orang -orang yang ingin menang sendiri tidak mau menghiraukan ….suaara para kaum tertindas ….

    Israil Biadab …makasih

    salam kenal ….:x

    doelsoehono’s last blog post..gimana diri ini?

  • cinderella ilang sepatunya said:

    itu yang namanya hegemoni dlm masyarakat. Perlu dikaji lebih mendalam di Cultural Studies (nyambung gk ya???)hehehe:)>-
    salam kenal:)

    cinderella ilang sepatunya’s last blog post..Hari Deg2an Sedunia-nya Rina

  • Yopan Prihadi said:

    Sepertinya kita harus menyadari juga secara realistis bahwa gaya hidup sekarang dipenuhi oleh materialisme dan kapitalisme sebagai dampak dari kemajuan informasi.
    Saya lebih setuju dengan cara memperkuat pondasi keimanan dan Norma Agama yang kita anut dari rumah sendiri.
    Ibarat membangun benteng mental menghadapi gencarnya serangan musuh yang tidak terlihat.

  • heri said:

    salam kenal…. kapan menikah….

    lho kok jadi tanya itu :mrgreen:

    heri’s last blog post..WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) -by Michael Heart

  • heri said:

    wahhhhh komen saya tadi khok tidak masuk? …..

    heri’s last blog post..Mengapa Fatwa-fatwa Haram MUI tidak digubris?

  • sautparl said:

    dunia ini adalah plenet yang indah dan memang begitu seterusnya… hati adalah kekuatan dan kekuatan hati selalu universal, dan kata hati selu tulus, dan kata hati selalu menyerukan semua hal baik. jika hati berkata negatif berarti bukan hati, tetapi gangguan…..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Anda bisa menggunakan tag HTML berikut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Belum punya gravatar ? silahkan register di Gravatar.