Home » Akidah, Cahaya Hati

“Karena Kita Muslim”

27 December 2008 14 Comments

25Menjadi Muslim adalah menjadi manusia dengan tingkat argumentasi hidup yang paling kuat, penuh kepastian, kejelasan alasan yang sangat terang benderang, seperti matahari di puncak siang, atau bulan dimalam purnamanya. Atas apa yang dilihat, dilakukan, dipilih, atau dialami. Maka penegasan itu wanti-wanti itu, bukan sesebuah demonstrasi kedunguan orang awam yang tak mengerti. Bukan sama sekali bukan itu. Itu adalah deklarasi tentang argumentasi yang sangat kokoh. untuk sebuah sikap, keyakinan, dan juga ketentraman. kepastian argumentasi, ujung kemana segalanya berakhir, bagi seorang Muslim, adalah seperti berpergian ketempat kemana akan ia tuju. Ia sangat tau bahwa tempat itu ada, tapi sepanjang perjalanan menuju tempat itu, ada lelah yang menggoda, ada letih yang menghela. Tapi sang Muslim terus berjalan bersama kafilahnya, di atas keyakinanannya. Ia yakin akan ke tempat itu , dengan cara apapun, pada waktu kapanpun, karena yakin tempat itu benar-benar ada. Ia hanya membutuhkan gerak, dan segalanya berjalan bersama argumentasi yang sangat pasti. “Dan barangsiapa mengerjakan perbuatan baik sebesar biji dzarrah pun, ia akan mendapati balasannya. Dan barang siapa mengerjakan perbuatan buruk sebiji dzarrah pun, ia akan mendapati balasannya.”

Argumentasi hidup yang sangat kuat, adalah seperti pondasi bagi bangunan yang sangat megah, Atau seperti akar yang menghujam dalam ke perut bumi, yang menopang pepohonanan dengans angat gagah. Begitulah kiranya seorang Muslim. Kepastian argumentasi itu, berpulang kepada kepastian Islam itu sendiri, kepasian ajarannya, kepastian konstruksi ideologinya, kepastian Allah sebagai Tuhannya, Kepastian sumbernya, kepastian arahnya, kepastian tentang apa yang akan diperoleh seorang Muslim, bahkan juga kepastian sudut pandang yan bisa diambil oleh seoorang Muslim dalam melihat dan membingkai seluruh laku lakon hidupnya. Jika engkau Muslim maka engkau berada di atas pijakan yang kuat. Bergantung pada buhul-buhul yang kokoh dan liat. “Tak ada paksaan dalam agama, telah jelas dan terang mana jalan hidayah dan mana jalan kegelapan, maka barang siapa kafir terhadap thaghut, danberiman kepada Allah maka ia telah berpegang teguh pada buhul-buhul yang sangat kokoh. Tidak akan terpisah, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Argumentasi yang kokoh itu pula yang mendasari lahirnya sebuah keberanian, kerelaan, dan kesipan untuk bertanggung jawab bagi seorang Muslim. bahkan ketika kemudian yang dihadapi seorang Muslimi tu adalah masalah, kesulitan, ujian, fitnah, semuanya tetap menguatkan sisi keyakinan itu, keyakinanan sebagai Muslim. Bahwa ada harapan pahala atas kesabaran, juga janji-janji akan keteguhan. Tapi kepastian-kepastian itu bukan berarti tanpa drama, bukan berarti tapa konflik, juga bukan berarti tanpa saat-saat menyedihkan. Itu ada kadarnya yang sangat beragam pada setiap orang, atau setiap peristiwa.

orang-orang yang gamang akan kemuslimannya, sejujurnya ia sangat merugi. Ia tidak akan mengerti bagaimana semestinya menjalani idup. sebagaimana orang-orang yang melecehkan Islam, menghina kitab sucinya, bermain-main dengan ajarannya, mereka tidak pernah mengerti dengan siapa mereka berhadapan. Mereka juga tidak sepenuh-penuh memiliki argumentasi sikap, tingkat kepastian kesudahan yang mebuat mereka benar-benar tenang. Mereka sedikitpun tak mengerti, betapa linglungnya hidup tanpa argumentasi keyakinanan yang punya tingkat kepastian sempurna. hanya ketika kita menjadi Muslim dengan sebenar-benarnya maka kita memiliki kepastian argumentasi yang kokoh untuk semua tindakan, kejelasan harapan, keniscayaan akhiran, di sini atau di akhirat nanti.

Menjadi hanya seorang Badui, atau menjadi seorang Ulama besar seperti Imam Ahmad, menjadi Presiden, atau rakyat biasa, menjadi Jendral atau orang kampung, menjadi guru atau pedagang, adalah karunia yang di beri Allah untuk hamba-Nya. Tentu ada jerih payah pada unsur kemanusiannya. Tapi hanya ketika kita benar-benar menjadi Muslim, kita akan hidup diatas keyakinan pijakan dan argumentasi sikap yang kuat, kokoh, dan menentramkan. Maka jadilah kita Ahmad, atau Abdullah atau Jhon, atau Badui, atau orang Kota, atau sipapun diri kita sendiri, asal kita benar-benar seorang Muslim.

Semoga di tahun yang baru nanti keyakian akan selalu mengikat erat pada urat leher kita, Sekuat kita mengigit keyakinan itu dengan geraham. Selamat tahun Baru Hijriyah : 1430H

14 Comments »

  • santri ndeso said:

    ?Assalamu’alaikum Wr Wr
    Sowan di alamat yang baru sambil membawa oleh-oleh tambahan sangu untuk menyongsong tahun baru
    Semoga Alloh menerangi jalan dan menguatkan kaki sang pengembara dalam melangkah dan menelusuri lorong-lorong yang penuh tipu dan liku

    ??????? ??? ??????????? ????????? ????? ?????? ???? ?????? ??????? ????????? ?????????? ?????????? ?????????? ?????????? ??????? ??????????? ????? ?????????? ??????????????
    laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang(an-Nur/37)

    Satu di sini, semoga menjadi satu juga di sana
    Wassalam

    santri ndeso’s last blog post..MENGUAK DUNIA JIN 11 (Mengapa Orang diruqyah Kesupuran Jin?)

  • Yopan Prihadi said:

    Membaca artikel ini seperti diingatkan kembali tentang hakikat sebuah keyakinan yang kadangkala luntur di tengah perjalanan.
    Semoga kita termasuk Muslim / Muslimah yang ikhlas.
    Terimakasih sudah mampir ke blog saya dan salam persahabatan sejati.

  • norjik said:

    wah kupasan yg menarik, tp saya blm baca seluruhnya :d. Komentar dulu baca belakangan :)

    norjik’s last blog post..Surat Untuk Bunda

  • rizoa said:

    selamat tahun baru 1430H… :) semoga semua menjadi lebih baik….

  • rizoa said:

    kok komennya jadi belipat3 gitu iah.

  • rita said:

    Untuk orang2 yang “melecehkan” Islam hanya ada 2 pertanyaan : “Apa” yang “membentuk” pandangannya tentang islam atau apakAh hatinya sudah segitu kelamnya dikarenakan “taqdir kekafirannya”…..

  • arifrahmanlubis said:

    tulisan yg karakternya kuat. saya suka dengan pembukanya pak “Menjadi Muslim adalah menjadi manusia dengan tingkat argumentasi hidup yang paling kuat…”

    jazakumullah

  • Daiichi said:

    Tunjukkan Islam-mu…
    Terima kasih telah berbagi semangat dengan kami semua…
    dan untuk saudara-saudara ku di Palestina, Semoga kalian Ridha dengan Surga sebagai balasan untuk kalian, dan jihad di jalan-Nya sebagai penghibur bagi kalian.

    Daiichi’s last blog post..Tahun Baru “Evaluasi Diri”

  • dobleh yang malang said:

    selamat malam sahabat……….
    salam hanat selalu:x

  • Sang Penyamun 03010909 said:

    beruntung bgt ya terlahir menjadi muslim

    Sang Penyamun 03010909’s last blog post..Mari Berpantun: "Mainan, Gadis, Seksi"

  • admin said:

    :)

  • randu alamsyah said:

    Saya Suka tulisannya. Bernas baget. :-\

  • randualamsyah said:

    Tulisannya Bernas. Saya Suka banget kandungannya.;)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Anda bisa menggunakan tag HTML berikut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Belum punya gravatar ? silahkan register di Gravatar.